Sejak pagi saya berada di tempat A, mengetik berita untuk V dan menyelesaikan tulisan opini. A sendiri sedang menulis opininya dengan referensi dari internet, menggunakan ponsel milik Obet.
Oh ya, hampir saya lupa. Orang M yang saya tulis kemarin ternyata bernama Pak S L. Ternyata, salah satu kerabatnya, M, cukup akrab dengan A.
Tadi malam, V datang ke kost untuk meminta saya menjadi ketua termandat sampai hari Selasa nanti, karena ia harus pulang kampung. Setelah menyampaikan itu, ia segera menyerahkan surat mandat secara resmi.
Vitus berjanji bahwa sepulangnya nanti, ia akan membawa dana yang cukup untuk mencetak edisi terbaru MIMBAR, yang rencananya akan diedarkan pada hari Minggu, bertepatan dengan pertemuan di sekretariat.
Tentang Dana dan Distribusi
Sebenarnya, kalau sistem pemasaran buletin ini berjalan baik, kami tidak perlu bergantung pada sumbangan dari luar. Ini sudah saya sampaikan kepada A yang selama ini menangani distribusi. Sayangnya, distribusi selama ini belum efektif, sehingga pemasukan yang seharusnya bisa dijadikan modal untuk penerbitan malah tidak kami terima.
Akibatnya, setiap kali hendak terbit, kami selalu membutuhkan suntikan dana segar dari pengurus, karena tidak bisa mengandalkan kas mandiri. Selain itu, distribusi sering hanya diserahkan begitu saja kepada pengurus, dan pembayaran dari mereka pun seringkali tidak lancar atau tertunda.
Tentang Isi dan Tujuan Media
Menyangkut konten media, saya masih berpegang pada saran dari Kaka Dion Bata bahwa media pemuda seperti ini sebaiknya memuat karya-karya mahasiswa berdasarkan bidang ilmu mereka masing-masing. Ada banyak keuntungan dari pendekatan ini:
-
Materi lebih bisa dipertanggungjawabkan, karena ditulis oleh orang yang memahami bidangnya.
-
Pengadaan materi lebih lancar, karena mahasiswa menulis berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka sendiri.
-
Terjadi sosialisasi potensi diri, di mana mahasiswa bisa mengenalkan gagasan dan perkembangan keilmuan mereka kepada publik kampus.
-
Keanekaragaman isi terjamin, karena berasal dari berbagai latar belakang studi.
-
Melatih kemampuan menulis ilmiah, yang nantinya akan sangat berguna untuk pengembangan akademik masing-masing penulis.
Saya melihat, pendekatan ini sangat relevan dengan semangat kami untuk menjadikan buletin bukan sekadar tempat berkabar, tetapi sebagai wadah latihan intelektual dan ekspresi akademik yang sehat.
.jpeg)
No comments:
Post a Comment