Tuesday, 30 April 2024

Catatan Reflektif Harian: Menelusuri Dua Hari Kegiatan dan Realitas Pendidikan di Lingkungan Sekitar

 


Dua hari lalu, saya mengajar di pagi hari. Seusai istirahat, saya izin keluar untuk mengurus pembayaran pajak. Sepulang dari kantor pajak, saya dan rekan-rekan mengisi PMM, mencetak berbagai surat, dan menyelesaikan sejumlah pekerjaan administratif lainnya. Hari itu cukup padat, dan sebagai penutupnya, kami menyelesaikan proses rekaman teks wawancara yang rencananya untuk T, yang rencananya akan dimuat dalam majalah dinding guru.

Kemarin, kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan membersihkan halaman gereja. Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Pendidikan Nasional. Pagi ini, Pater S banyak bercerita kepada kami tentang perilaku para pelajar yang tinggal di asrama paroki.

Di paroki tersebut terdapat asrama putra dan putri. Dua tahun lalu, jumlah penghuni asrama mencapai 30 orang. Tahun berikutnya tinggal sepuluh. Tingkah laku para penghuni cukup meresahkan, dan walau telah diperingatkan berulang kali, pelanggaran tetap terjadi hingga akhirnya mereka semua pun dikeluarkan.

Sunday, 28 April 2024

Antara Kelas, Rapat, dan Pembelajaran Berdiferensiasi: Sebuah Refleksi Guru Kejuruan


Hari ini saya mengajar mata pelajaran Teknologi Dasar Otomotif di kelas X-C. Materi yang saya bawakan adalah tentang sistem kontrol dan sistem sensor pada kendaraan. Saya menyampaikan materi sebagaimana biasanya tanpa tahu bahwa di ruang guru sedang berlangsung rapat penting. Ketiadaan informasi ini murni karena saya tidak memiliki akses internet dan tidak ada pemberitahuan dari kelas atau rekan guru. Akibatnya, saya tidak mengikuti rapat yang membahas pengisian PMM, yang batas akhirnya ternyata jatuh besok.

Rapat tersebut juga menjadi wadah dialog antara guru yang diobservasi dengan kepala sekolah. Topik utama yang dibahas adalah tindak lanjut dari kegiatan pengembangan diri guru dan bentuk dukungan dari pihak lembaga. Ada instrumen bantuan yang harus diisi, diprint, lalu diinput secara digital. Saya menyadari bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), yang dalam pelaksanaannya kini lebih terstruktur dan terdokumentasi, meski belum sepenuhnya ideal.

Saya sempat menyampaikan bahwa baru di masa Menteri Nadiem-lah kegiatan PKG (Penilaian Kinerja Guru) mulai dilakukan secara sistematis dan menyentuh hampir seluruh lembaga pendidikan. Padahal, aturan tentang PKG dan PKB sudah lama ada. Hanya saja, penerapannya di masa lalu lebih bersifat formalitas dan dokumentatif tanpa makna. Kini, meskipun masih ada resistensi, upaya untuk menjalankan PKB lebih serius mulai tampak.