(1)
Ini halaman pertama.
Soal catatan yang "bagus", saya pikir itu hanya soal penilaian saja, dan penilaian selalu subjektif. Bagi saya, tidak ada yang namanya catatan yang bagus, bahkan jika itu ditulis oleh Sidney Sheldon (pengarang favorit ibu-ibu) sekalipun. Yang ada hanyalah peristiwa yang kuat, dan penafsiran yang tajam dan kaya atas peristiwa itu. Soal penulisan? Itu soal kebiasaan dan keterampilan teknis yang bisa dilatih.
Sebuah catatan yang sederhana namun terasa "hidup", biasanya ditulis oleh mereka yang sudah cukup lama mengasah keterampilan menulis, baik lewat praktik maupun lewat pembacaan terhadap karya-karya penulis lain. Banyak dari kita belajar menulis dengan meniru. Dan itu tidak salah. Bahkan diperlukan.
Contoh penggambarannya seperti ini:
“Tangannya yang cokelat itu diletakkannya di atas meja. Ada batas yang sangat jelas antara bagian atas yang berwarna tua dan bagian bawah yang lebih terang. Dua bekas luka memanjang terlihat di kelingking kirinya. Kulit di buku-bukunya mengkerut, berlipat, mirip perut babi gemuk. Cabang-cabang urat menonjol, menjalar di atas tulang telapak seperti tali-temali di atas ranting. Bulu-bulunya yang hitam tumbuh lebat dari pergelangan ke atas. Kuku-kukunya, yang tampaknya sudah seminggu tak dipotong, ujungnya menghitam...”
Dan masih berlanjut...
No comments:
Post a Comment